Selasa, 28 Oktober 2014

CERITA ENDING KARTUN DORAEMON



                                 CERITA ENDING DORAEMON   

Siapa yang tidak mengenal film Doraemon, film ini sangat disukai oleh semua orang baik kalangan muda sampai dengan kalangan tua. Termasuk saya sangat menyukai film ini, berharap kartun ini bisa ditayangkan setiap hari J dan terus menunggu sampai hari minggu itu tiba. Doraemon merupakan film kartun yang telah ada sejak tahun 1969 yang dikarang oleh Fujiko F Fujio. Pemeran utama film ini adalah Doraemon, Nobita, Takeshi (Giant), Suneo, Sizhuka. Baikalah ini adalah pemeran utama dan karakteristiknya. Namun banyak yang bertanya-tanya dan penasaran bagaimana cerita ending dari film Doraemon ini ?
1.        Doraemon
 (Sumber Gambar: www.google.com)
Doraemon adalah seorang Robot kucing yang berwarna biru, Doraemon sendiri adalah robit yang datang dari abad ke-22 serta dikirim kea bad 20. Dia ditugaskan untuk menolong Nobita di kehidupan sehari-harinya. Doraemon memiliki tinggi badan sekitar 129,3 cm dan berbobot 129,3 kg. Dia sangat menyukai makanan dorayaki. Doraemon juga seorang yang sangat menyayangi dan sangat setia kepada Nobita.
2.        Nobita


 (Sumber Gambar: www.google.com)
Nobita adalah seorang anak kelas 5 SD. Ia sangat pemalas, selalu datang terlabat ke sekolah. Ia juga sering diganggu oleh teman-temannya terutama oleh Gian dan Suneo. Nobita menyukai Shizuka dan sering cemburu jika Shizuka dekat dengan Dekisuki. Hal tersebut membuat dia terus meminta bantuan Doraemon untuk bisa tampil menarik di depan Shizuka atau dapat mengalahkan teman-teman yang mengganggunya. Ia juga tidak pandai dalam olahraga maupun pelajaran di sekolah. Kepandaiannya hanya pada pembuatan teka-teki, bisa bermain karet serta bermain tembak-menembak. Namun ndi lain sisi Ia adalah seorang yang memiliki sifat yang baik, suka menolong orang yang kesusahan tetapi terkadang kebaikannya malah menyeretnya dalam permasalahan.
3.        Shizuka
Shizuka adalah seorang anak perempuan yang lembut dan disukai oleh Nobita. Menurut alat Doraemon Shizuka dan Nobita akan menikah di masa depan. Namun kenyataanya pada masa sekarang Ia tidak mengagumi Nobita dan lebih dekat dengan Dekisugi yang merupakan anak yang pintar. Walaupun begitu Shizuka selalu membela Nobita dan sering merasa kasihan jika Nobita diganggu dengan teman-temannya.
  (Sumber Gambar: www.google.com)
4.        Takeshi Goda
Takeshi Goda atau lebih dikenal sebagai Gian adalah seorang yang memiliki tubuh besar dan berteman dengan Suneo untuk menganggu Nobita. Ia adalah seorang yang suka marah-marah, menggertak dan suka bernyanyi. Ia berharap bisa menjadi penyanyi terkenal, sehingga Ia sering mengundang teman-temannya untuk mendengarkannya bernyanyi. Namun suara Gian yang memiliki suara yang buruk untuk didengar membuat teman-temannya merasa terganggu dengan suara bernyanyinya. Ia juga memiiki sifat yang temperamental, lebih memilih kekerasan untuk menyelesaikan masalah. 
  (Sumber Gambar: www.google.com)
5.        Suneo Honekawa
Suneo adalah seorany yang berwajah seperti rubah dan berasal dari keluarga kaya. Kekayaan yang dimilikinya membuat Ia suka memamerkan barang-barang mewah atau mainan terbaru dimana teman-teman lain belum memilikinya. Hal tersebut membuat Nobita juga ingin memiliki barang-barang seperti Suneo dengan merengek dan meminta bantuan dengan Doraemon. Sifat Suneo sebenarnya merupakan anak yang sangat manja, mudah menyerah, dan penakut.
  (Sumber Gambar: www.google.com)
Tokoh di atas hanya sebagai pemeran utama, untuk pemeran lainnya masih banyak lagi. Seorang penulis Doraemon sudah meninggal dunia, sehingga kisah akhir cerita Doaraemon itu sendiri masih banyak dipertanyakan oleh orang-orang. Pembuatan cerita akhir dari Doraemon itu sendiri adalah hasil karangan cerita-cerita orang lain yang sebagai penggemar film Doraemon.
Sebelumnya ada kontraversi mengenai cerita akhir dari film ini. Ada yang mengatakan bahwa adanya Doraemon yang membantu Nobita adalah mimpi dari Nobita saja. Cerita tersebut banyak ditentang oleh pencinta film Doraemon. Ada banyak kisah yang menceritakan Doraemon tetapi cerita yang paling saya suka dan inspiratif untuk kita semua seperti berikut.
Kisah ini diawali oleh Nobita yang pulang merengek-rengek untuk meminta bantuan dari Doraemon. Tetapi saat Nobita memperhatikan Doraemon tidak seperti biasanya. Ia hanya berdiam diri saja tanpa mengatakan sepatah kata pun. Nobita terus memanggil Doraemon sampai dengan menggerak-gerakan tubuhnya dan tetap saja tidak adanya respon. Melihat ketidakbiasaan tersebut Nobita langsung menghubungi Dorami dan menanyakan keadaan yang dialami oleh Doraemon.
Dorami menjelaskan pada Nobita bahwa Doraemon adalah seorang robit kucing yang lama dan memiliki rentang waktu tertentu dalam masa hidupnya. Doraemon seharusnya memiliki suatu cadangan memori yang terletak pada telinganya untuk memperpanjang hidup. Akan tetapi Doraemon adalah seorang kucing yang tidak memiliki telinga karena pada waktu dulu telinganya digigit oleh tikus dan itu juga merupakan alasan mengapa Doraemon sangat takut dengan tikus.
Mendengar hal tersebut Nobita sangat sangat terkejut karena Ia akan kehilangan Doraemon yang sangat disayanginya. Nobita meminta Dorami untuk menyelamatkannya namun Dorami tidak bisa. Ia mengatakan bahwa Doraemon bisa kembali lagi dengan mengganti memorinya akan tetapi ketika Doraemon hidup kembali Ia akan kehilangan semua ingatannya dengan apa yang telah terjadi.
Pernyataan tersebut membuat Nobita ingin berusaha mengembalikan Doraemon. Tidak adanya Doraemon membuat Nobita menjadi seorang anak yang tidak seperti biasanya. Ia menjadi seorang yang pendiam, suka menyendiri. Pada saat SMA Ia juga berubah menjadi anak yang rajin belajar dan menjadi kutu buku di sekolahnya. Ia juga mampu mengalahkan Dekesuki seorang anak terpintar di sekolah pada saat SD dan SMP. Kemampuan Nobita tersebut membuat teman-temannya terkejut akan perubahan yang dialaminya. Shizuka sangat kagum dengan kemampuan Nobita yang sekarang. Bagian yang paling menyentuh untuk saya adalah saat Nobita berbicara dalam hatinya “Tapi bukan nilai yang kuinginkan melainkan ilmu…ilmu pengetahuan yang lebih jauh aku masih harus berusaha terus berusha”.
Ketika lulus SMA dan melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi nobita menjadi seorang ilmuan robotic yang sangat terkenal di dunia.  Ketika Dekesuki telah menjadi presiden di Jepang Ia mengizinkan adanye Time Paradox dimana akan terjadi perpindahan waktu untuk era sebelumnya. Nobita terus berusaha melakukan penelitan sampai akhirnya Ia mampu mengembalikan Doraemon hidup, namun Nobita dan semua orang kembali pada era dimana Nobita menjadi anak kelas 5 SD kembali.
Pada intinya sebenarnya Doraemon itu dikrim pada masa depan untuk membantu Nobita. Karena sebenarnya yang akan memperbaiki dan menghidupkan Doraemon itu adalah Nobita sendiri. Menurut saya ini adalah ending yang sangat menyentuh dan pelajaran yang kita dapat bahwa apabila kita mempunyai niat, terus berusaha dan yakin bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, maka kita akan bisa mendapatkan hasilnya. Jadi selau OPTIMIS dan berusha yaa teman-teman :).
Kalau ingin membaca ending komiknya bisa dilihat dari gambar berikut ini yaa :) semoga kalian terhibur, dan menginsiprasi kita semua dan selamat membaca :)










(Sumber Gambar:http://www.agnesdavonar.net)


                       


CIRI ENTREPRENEUR



CIRI-CIRI ENTREPRENEUR



(Sumber Gambar: www.presentermedia.com)
Kita seringkali mendengar kata entrepreneur dalam kehidupan sehari-hari. Kata tersebut sering diartikan sebagai pengusaha. Banyak orang mengatakan bahwa cita-citanya adalah menjadi seorang entrepreneur. Mulai dari usaha kecil, UKM sampai dengan usaha yang besar. Tidak heran jika seorang entrepreneur yang sukses memulai karirnya dari bawah. Bermodalkan niat dan keberanian untuk menanggung risiko usaha. Seorang pengusaha biasanya memulai karirnya dari pembuakaan usaha yang kecil-kecilan. Melihat adanya peluang tempat dan target pasar serta mengetahui apa yang diinginkan konsumen. Strategi dalam usaha merupakan hal yang sangat penting untuk dimiliki seorang entrepreneur.
Keberanian membuka usaha merupakan modal utama untuk menjadi seorang entrepreneur. Seorang entrepreneur juga harus berfikir panjang tentang apa yang harus dilakukan saat ini dan apa yang dilakukan untuk masa yang akan datang. Kegagalan bukanlah masalah bagi entrepreneur, justru dengan adanya kegagalan adalah awalan untuk menjadi sukses. Perlu diingat bahwa “ Kita tidak pernah tau apa harus diperbaiki dan bagaimana menjadi lebih baik lagi jika tidak adanya kegagalan.”
Banyak contoh kasus yang telah kita temui baik itu dari berbagai media maupun dari mulut ke mulut yang menginformasikan seseorang menjadi sukses dengan usahanya yang sekarang. Bandingkan dengan yang dulu, misalnya yang tadinya harus seorang yang memilii modal sedikit atau penjual bakso biasanya yang menggunakan gerobak untuk menjual dagangannya. Dan sekarang Ia punya cabang restaurant bakso dimana-mana. Kesuksesan tersebut tentunya tidak dengan dilakukan sia-sia. Perjuangan dalam bekerja keras perlu timbul dalam dini seorang yang ingin menjadi entrepreneur yang sukses. Seperti pepatah mengatakan bahwa bersakit-sakit dahulu dan kita akan mendapatkan kesengangan di kemudian hari.
Jika kita lihat secara teoritis ada banyak pendapat atau informasi dan ilmu mengenai ciri-ciri dari entrepreneur.  Nah baiklah berikut ini adalah beberapa dari ciri-ciri seorang entrepreneur.



(Sumber Gambar: www.presentermedia.com)
Pengertian Entrepreneur
Pengertian entrepreneur menurut pendapat para ahli:
1.      Pendapat pertama entrepreneurship menurut Zimmerer yang dialih bahasakan oleh Buchari Alma (mengemukakan entrepreneur adalah satu kelompok yang mengagumkan, manusia kreatif dan inovatif. Ia mengatakan bahwa mereka merupakan bahan bakar pertumbuhan ekonomi masyarakat, karena ia memiliki kemampuan berfikir dan bertindak produktif.
2.      Pendapat lain menurut Rostand mengatakan entrepreneurship adalah sebuah proses dinamika dimana orang menciptakan kekayaan inkremental. Kekayaan tersebut diciptakan oleh individu-individu yang menanggung resiko utama, dalam wujud resiko modal, waktu dan komitmen karier dalam hal menyediakan nilai untuk produk atau jasa tertentu.
3.      Menurut Buchari Alma (2007:26) mengatakan bahwa entrepreneurship adalah kegiatan individual atau kelompok yang membuka usaha baru dengan maksud memperoleh keuntungan (laba), memelihara usaha itu dan membesarkannya, dalam bidang produksi atau distribusi barang-barang ekonomi atau jasa.
Dari kutipan diatas dapat disimpulkan bahwa entrepreneurship adalah seorang yang memulai suatu bisnis baru dan yang melakukan hal tersebut dengan jalan menciptakan sesuatu yang baru, atau dengan jalan memanfaatkan sumber-sumber daya dengan cara yang tidak lazim, dengan upaya menghasilkan nilai bagi para pelanggan.
                                                   
Ciri-Ciri Entrepreneur
Ciri-ciri entrepreneur menurut Prof. Dr. Mahar Mardjono adalah sebagai berikut:
“Kepemimpinan yang ada pada sosok entrepreneur ditandai dengan kemampuan berorientasi pada tujuan atau sasaran dalam hubungan kerja mampu menghadirkan suasana personal kepemimpinannya efektif. Inovasi yang dimaksudkan disini adalah kemampuan menyiasati berpindahnya sumber daya ekonomi yang tersedia di lingkungan produktivitas rendah ke lingkungan berproduktivitas tinggi dan mendapatkan hasil yang lebih besar. Dengan kata lain menghadirkan sesuatu yang memberikan manfaat bagi orang lain yang sebelumnya tidak dipikirkan. Cara pengambilan keputusan entrepreneur dalam mengambil keputusan memiliki gaya yang berbeda, mereka lebih didominasi oleh otak kanan yang lebih mengedepankan berfikir kreatif. Sikap tanggap terhadap perubahan dimaksudkan entrepreneur selalu    bereaksi terhadap perubahan. Working smart dimaksudkan mampu bekerja secara efektif dan efisien. Mempunyai visi masa depan yaitu pencerminan komitmen, kompetensi dan konsistensi. Entrepreneur senantiasa setia pada komitmennya dengan melakukan kegiatan-kegitan yang hanya ada kompetensinya dengan pengembangan dirinya. Dengan demikian, ia senantiasa tampil konsisten. Sikap terhadap risiko entrepreneur cenderung opportunity focused bukan risk focused”.
Ada pendapat lain lagi yaitu menurut Fadel Muhammad (1992) mengemukakan bahwa ciri seorang wirausaha adalah orang yang memiliki jiwa kepemimpinan, daya inovasi, sikap terhadap perubahan, working smart, visi ke depan, dan berani mengambil risiko. Meredith (1996) juga memberikan ciri-ciri wirausaha (entrepeneur) sebagai orang yang (1) percaya diri, (2) berorientasi tugas dan hasil, (3) berani mengambil risiko, (4) berjiwa kepemimpinan, (5) berorientasi ke depan, dan (6) keorisinal. Penambahan dari ciri-ciri yang lain adalah selalu memiliki prakarsa otoritas, mempunyai intuisi yang kuat, mempunyai kebebasan mental, mempunyai kompetensi inti (core competencies), dan pemberontak sosial.
Keseluruhan ciri-ciri wirausaha yang disebutkan di atas tidak semuanya harus dimiliki secara lengkap tetapi kompetensi inti yang perlu diperoleh dalam pendidikan hanyalah beberapa di antaranya. Dengan demikian, untuk menjadi seorang usahawan tidak terbatas pada bidang-bidang keahlian tertentu, melainkan pendidikan yang berorientasi kewirausahaan dapat diterapkan pada semua bidang ilmu atau teknologi atau kesenian. Dengan mengambil asumsi bahwa pendidikan  menengah merupakan bagian dari perencanaan karir maka kadar nilai kewirausahaan seorang peserta didik yang dapat ditumbuhkembangkan selama proses pembelajaran secara potensial akan dibatasi oleh jangkar karirnya.
Ciri-ciri unggulan seorang entrepreneur diantaranya yaitu:
 1.   Berani mengambil resiko
       artinya berani memulai sesuatu yang serba tidak pasti dan penuh risiko. Dalam hal ini, tentu tidak semua risiko yang diambil, melainkan  hanya risiko yang telah diperhitungkan secara cermat.
 2.   Menyukai tantangan
     Segala sesuatu yang dilihat sebagai tantangan bukan masalah. Perubahan yang terus terjadi dan zaman yang serba canggih menjadi motivasi kemajuan, bukan menciutkan nyali seorang entrepreneur unggulan. Dengan demikian, seorang entrepreneur akan terus memacu dirinya untuk maju, mengatasi segala hambatan.
3.    Punya daya tahan yang tinggi
     Seorang entrepreneur harus banyak akal dan tidak mudah putus asa. Ia harus selalu mampu bangkit dari kegagalan dan tekun.
4.    Punya visi jauh kedepan
     Segala yang dilakukan punya tujuan jangka panjang meski dimulai dengan langkah yang amat kecil. Ia punya target untuk jangka waktu tertentu. Usahanya bukan karena latah (ikut-ikutan).
5.    Selalu berusaha memberikan yang terbaik
     Entrepreneur akan mengarahkan semua potensi yang dimilikinya. Jika hal itu dirasa kurang, ia akan merekrut orang-orang yang lebih berkompeten agar dapat memberikan yang terbaik untuk pelanggan".
6.   Berorientasi pada tugas dan hasil Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energetik dan inisiatif
7.  Berorientasi ke masa depan pandangan ke depan, perspektif dalam konteks bisnis, seorang entrepreneur membuka usaha baru (new ventures) yang menyebabkan munculnya produk baru arau ide tentang penyelenggaraan jasa-jasa.
8.  Bertanggung jawab terhadap tugasnya serta kreativitas untuk menginovasikan sesuatu serta memiliki motivasi yang tinggi untuk maju.

Sumber:
eprints.uny.ac.id/3364/1/artikel1.doc
elib.unikom.ac.id/files/
zenabidin.lecture.ub.ac.id